Blogger Widgets

Sabtu, 06 Agustus 2011

Tengkyu, Pak Iwan!

Oleh Nunu Vandanoe


Kalau acara ASAL (Asli Apa Palsu) yang dipandu Taufik Savalas masih ada, tentu dia jadi pemenangnya. Miriiip sekali! Aslinya! Tahu kan dulu di SCTV pernah ada acara mirip-miripan selebritis…dan tak disangka, selebritis Indonesia punya banyak ‘kembaran’ ternyata. Salah satu yang paling populer adalah episode ‘Komar’ pelawak itu. Ada beberapa orang yang lolos seleksi dan sangat mendekati sosok pelawak berwajah khas itu. Ah…seandainya saja dia mau ikut acara mirip-miripan tersebut, kami selaku murid-muridnya pasti akan mendukung sepenuh hati, jiwa dan raga sekaligus yakin ainul yakin dia bakal jadi pemenangnya.

Ya, orang yang sering kami sebut mirip dengan pelawak Komar itu adalah guru kami. Guru IPS tepatnya. Meskipun di SMA mata pelajaran IPS sudah dipecah ke dalam beberapa mata pelajaran yang lebih spesifik dan dipegang oleh banyak guru, Pak Iwan ini tetap identik dengan Ilmu Pengetahuan Sosial. Ia kadang mengajar Geografi, di lain waktu Sosiologi, dan pernah pula mengajarkan Antropologi. Paham luar dalam dia ini dengan pengetahuan sosial dan relevansinya di masa kini. 


Bukan jenis guru jenaka dengan tampang kebapakan yang bersahabat dia itu. Killer! Anak sebadung apa pun akan bersedia menunda acara bolosnya demi memenuhi kehadiran di kelas Pak Iwan ini. Badannya boleh mungil, tampang mirip pelawak, tapi bentakannya…Mak! Dahsyat! Bicaranya lugas, jelas, tak jarang pedas! Tapi satu hal yang membuat saya kagum dengan Pak Iwan ini adalah…dia tau betul apa yang dibicarakannya. Anti dia menyuruh murid mencatat, kalaupun acara menulis itu hadir dalam pelajarannya, bukan asal menulis tentu saja.

Melainkan kami harus bertanggung jawab dengan apa yang kami tulis. Bagian paling serunya adalah…ketika dia menjelaskan materi. Bicaranya berapi-api, sarat gerak-gerik, sungguh menarik! Pandai dia menghubungkan materi ajar dengan keadaan masa kini dan memberi kesempatan pada kami untuk membuat kesimpulan sendiri.

Jatuh cinta saya dengan caranya menggambarkan suku-suku dan budaya Indonesia di luar masayarakat Sunda. Sejak saat itu, Ilmu Pengetahuan Sosial menjadi ilmu yang keren sekali bagi saya untuk dipelajari. Ah, tambahan…hitung-hitungannya sedikit sekali hihihi…Maka ketika naik ke kelas tiga, saya mantap memilih kelas jurusan IPS untuk dimasuki. Tak salah memang, kesukaan saya bergaul, bermain, dan ber-hahahihi di jurusan ini bisa terpenuhi.

Saat saya mendapat kesempatan magang WWF di Wakatobi, jadi guru keliling untuk sekolah remaja di sana, sosok Pak Iwan ini selalu terbayang. Pak, saya berteman dengan anak-anak Bajo sungguhan sekarang! Saya ada di Sulawesi, pulau yang dulu cuma dari peta saya ketahui. Semoga Bapak akhirnya berbangga hati, salah seorang murid yang bapak ajar di SMA gurem di kota ini bisa juga berprestasi.

1 komentar:

  1. hihi...salam buat pa iwan yah, ada guru yg oke, pasti ada guru yg nyebelin,nah yg nyebelin hati2 ya nulisnya..hehe

    BalasHapus